Apa Saja Jenis-Jenis Susu untuk Bayi?

Apa Saja Jenis-Jenis Susu untuk Bayi?

Bayi yang baru lahir pencernaannya sangatlah sensitif, tidak semua makanan bisa masuk ke dalam sistem pencernaannya. Salah satu asupannya yaitu melalui air susu ibu (ASI). ASI adalah sumber utama energi bagi bayi. ASI juga mengandung berbagai zat baik bagi tumbuh kembang bayi. Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) menyarankan untuk memberikan ASI selama 6 bulan penuh pada bayi atau yang lebih sering dinamakan ASI Eksklusif. Nutrisi pada ASI sangatlah mencukupi bagi bayi sampai usianya 6 bulan. ASI dapat memberikan antibodi pada bayi sehingga lebih kebal terhadap penyakit. Selain itu, ASI juga baik untuk perkembangan otak bayi.

Lantas, bagaimana apabila Ibu tidak bisa memberikan ASI Eksklusif pada bayi? Di era sekarang ini, perkembangan teknologi sudah semakin maju, banyak inovasi ditemukan termasuk produk susu. Sebagai pengganti ASI, bayi dapat diberikan susu formula khusus untuk bayi. Salah satu yang menyediakannya adalah Nestle. Produk susu Nestle untuk bayi ada bermacam-macam tergantung dari usia dan kondisi bayi.

Berbicara tentang susu formula, terdapat berbagai jenis susu formula untuk bayi. Hal tersebut untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan bayi. Tidak semua nutrisi bisa dicerna dengan baik oleh bayi. Terkadang, ada yang mengalami alergi karena salah mengonsumsi susu. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis susu untuk bayi.

Jenis-Jenis Susu untuk Bayi

1. Susu Formula dari Susu Sapi

Susu formula yang berasal dari sapi adalah yang paling sering dijumpai dan paling banyak dikonsumsi masyarakat. Susu formula ini telah disesuaikan nutrisinya agar mirip dengan ASI. Kandungannya secara umum yaitu karbohidrat, protein, dan lemak yang telah disederhanakan agar mudah dicerna oleh bayi. Selain itu, ada pula asam lemak esensial (ARA dan DHA), prebiotik, dan probiotik yang menjadi pelengkap agar semakin mirip dengan nutrisi ASI.

2. Susu Formula dari Susu Kedelai

Susu formula dari kedelai atau susu soya dapat diberikan pada bayi jika sistem pencernaannya tidak dapat menerima susu sapi. Ini dapat dikarenakan karena bayi mengalami intoleransi laktosa, mengalami infeksi pencernaan, ataupun mengalami alergi pada susu sapi.

Dalam susu kedelai ini, tidak ada kandungan kasein dan whey-nya. Susu kedelai ini juga memiliki kelebihan yaitu rendah lemak jenuh. Sebaliknya kandungan lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh justru lebih banyak. Karena berasal dari tumbuh-tumbuhan, susu kedelai lebih kaya serat dibanding susu sapi.

3. Susu Formula Bebas Laktosa

Bagi bayi yang alergi laktosa dan harus mengurangi jumlah gula dalam tubuh, susu ini tidak mengandung laktosa seperti susu sapi. Sebagai gantinya, gula diambil dari sari jagung atau yang lainnya.

4. Susu Formula Hipoalergenik

Susu formula hipoalergenik adalah susu yang diperuntukkan bagi bayi yang mengalami alergi terhadap protein susu ataupun mengalami kendala dalam menyerap nutrisi. Biasanya terjadi pada bayi prematur. Protein susu ini telah disederhanakan agar bayi mudah mencerna susu.

Demikian penjelasan singkat mengenai jenis-jenis susu untuk bayi. Pastikan dahulu kondisi bayi sebelum memilih susu formula dengan tepat. Tentukan juga susu dengan kandungan nutrisi sesuai bagi bayi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

admin